Showing posts with label Panitia. Show all posts
Showing posts with label Panitia. Show all posts

08 February 2012

Thanks for the great experience dear ITB FAIR 2012

Annyong :)

This year is very important for me. This is my last year in ITB, my last education year. Gue ini tipe mahasiswa yang aktif banget (katanya). Panitia ini ikut, disuruh bantu acara anu mau, di himpunan aktif, sayang aja ga bisa aktif di unit karena satu dan lain hal. Sekarang, sudah tiba dipenghujung tahun akademik gue, 2012, sama seperti angkatan gue di SBM. Ya, gue SBM 2012.

Apa sih arti dari SBM 2012? Artinya semua mahasiswa yang masuk ke SBM pada tahun 2009 diharapkan dapat lulus pada Oktober 2012. Nama adalah doa. Artinya ini tahun terakhir gue dan teman-teman seangkatan untuk bisa mengabdikan diri pada Bumi Ganesha tercinta.

Sekali lagi, gue disebut-sebut sebagai anak SBM yang terbilang aktif pada kemahasiswaan terpusat (non-SBM) atau dibilang sering main ke tengah (secara SBM adanya dibelakang). Sebenernya apa alasan gue main ke tengah? Pertama, gue orangnya gampang boring sama rutinitas, jadi yah gitu deh cari suasana baru, warna baru. Kedua, gue orangnya suka kepo, jadi dari pada gue kepo ada apa di tengah terus ga bisa tidur, mending gue samperin ke tengah. Ketiga, pernah ada alumni ITB yang sudah menjadi teman dari ayah gue (entah angkatan berapa) bilang, kalau bisa kita cari 100 atau bahkan 1000 teman di ITB, karena kita tidak tau akan menjadi apa mereka kelak. Keempat, gue emang orangnya suka sama yang namanya ngurusin acara, ini udah bawaan orok mungkin, dari SMA udah ikut panitia ini itu. Dan terakhir, gue ga mau gue sia-siain waktu gue yang hanya 3 tahun ini hanya dengan menuntut ilmu tanpa mendapatkan ilmu sosial dan teman-teman baru.

Sekarang, gue udah sampai di ujung perjalanan gue dalam bidang kemahasiswaan dan harus mulai memikirkan akademik. Harus mulai study oriented. Mulai mencoba tutup kuping atas apa yang terjadi di tengah sana, boleh lah nguping dikit, tapi tidak ikut campur. Perjalanan ini pun ditutup dengan sebuah kenangan manis pada hari Minggu, 5 Februari lalu, ITB Fair 2012.

Tentang ITB Fair 2012
Gue udah tau banget, kepanitiaan ini akan menjadi yang terakhir (mungkin) dalam sejarah kemahasiswaan gue. Dipikiran gue sudah mulai ada kata Tugas Akhir yang membuat gue bisa dengan mudah membatalkan beberapa janji dan pertemuan karena harus mengurus Tugas Akhir. Malam itu, sebelum memutuskan untuk bergabung dengan ITB Fair, banyak sekali pertimbangan yang harus dibuat, sampai akhirnya gue memutuskan untuk bergabung.

Gue bergabung dengan Team Public Relation, dimana gue mengepalai sebuah sub-divisi bernama Public Company Relation. Just FYI, PR berada dibawah kesekjenan Marketing. Awalnya gue ngawang, apaan sih Public Company Relation? Sempet takut juga sampe mau mundur, tapi gue butuh pengalaman ini, gue sangat butuh. Disaat yang hampir sama, ada tawaran lain yang datang dari sebuah acara, namun posisi yang ditawarkan adalah posisi yang sudah gue tekuni semenjak SMA, saya pikir itu tidak ada tantangannya, ya ga? Disaat yang sama pula, datang sebuah tawaran untuk maju menjadi calon ketua dari sebuah acara, tapi gue pikir gue ga akan siap dan banyak hal yang harus gue kerjaan sehingga tawaran ini gue tolak.

Perjalanan di Public Company Relation juga ga mulus loh, banyak gejolaknya, tapi gue bersyukur punya rekan kerja super hebat. Thanks to my PCR kids.

Disti TL'10, yang pada akhirnya gue angkat menjadi PJS saat gue pergi berlibur dengan seenaknya padahal lagi hectic, maaf ya neng hehe. Disti yang bekerja keras mengurus gala dinner sampai jatuh sakit ketularan sama si Fabian dodol. Makasih banyak ya Disti.

Stephen FT'10, cowok yang konstan kehadirannya dari awal sampe closing. Kordinator LO yang ngebantu gue banget ngurusin stand-stand, ngurusin loading keluar masuk barang. Thanks Step, ga ada lo, gue ga tau banget harus gimana.

Geng Planologi'10 ceria, Nurul, Mira, Santi, Witgar, Tya, terima kasih sudah bertahan sampai akhir dan mau gue grecokin kalau kalian lagi ada acara himpunan. Terima kasih atas gosipan dan ketawa-tawanya.

Cewek-cewek jagoan, Ai dan Pramud FT'10, Terima kasih ya udah bantuin sampe akhiiiiiiirrrrrr banget hehehehee.

Billi FMIPA'11, Agung FTTM'11, Bella STEI'11, Rahma FTSL'11, terima kasih sudah bertahan sampai akhir. Kalian angkatan 2011, kalian yang akan pegang ITB Fair 2014 nanti, gunakan semua pengalaman kita sebagai pembelajaran, kalau ada apa-apa hubungin gue aja, gue akan share semua sama kalian.

Bimar FITB'11, maaf ya bimar, gue salah nulis nomer HP lo di jarkoman, jadi aja ga pernah dapet jarkom hehehe. Tapi akhirnya lo kembali kan hehe, thanks ya bimar.

Gene FTSL'11, ini anak harusnya di Gala Dinner, tapi akhirnya mau bantuin gue ngurus Press Conference sama stand. Thank ya Gene udah mau bantu-bantu :)

Mereka semua adalah anak public company relation yang bertahan sampai akhir. Terima kasih banyak atas bantuan kalian untuk ITB Fair. Semua pengalaman yang kita dapet, manis pahitnya, semoga bisa menjadi bahan pembelajaran serta cerita yang menarik bagi kita semua. Inget, ga ada noda ga ada belajar. Kesalahan itu wajar dalam mencari kebenaran.

Selain itu banyak juga pihak yang membantu gue di ITB Fair. Ruchita, Hima, Dani, Cita, Sarah, Hedy, Caca, Aka, Kiki, Sona, Krisna, Ari, Edwin, Mirza, Ipin, Anisa, Iie, Ewin, Meta, Seda, Uci, Kyukyu, Fara, Fabian, Reza, Bimo, Sulton, Moan semua semua semua...
Terima kasih sudah membantu gue dalam menyelesaikan semua tugas gue di ITB Fair, terima kasih sudah menjadi teman yang baik dan keluarga untuk mengeluh. Maaf kalo gue orangnya suka panik atau ribut ga jelas, suka lama kerjanya, suka ilang-ilangan, suka ngaret, suka reseh, suka out of topic, suka jebe, suka aneh, pokoknya gue mohon maaf. Semoga suatu saat nanti kita bisa kerja bareng lagi di kesempatan lain.

Tadi gue baca twitter, terus ada quotes:

"Teman adalah keluarga yang kita pilih"

Pernah juga denger dari Lilo and Stich:

"Family means no one left behind"

Gue berharap semua hubungan yang ada di kepanitiaan ini long last, forever. Kita bukan pernah berteman, tapi kita selalu teman. Teman adalah keluarga, dan keluarga berarti tidak saling meninggalkan.

Last,

Dear my PCR team, we will held a meeting next week, maybe on monday, and we will having fun together. Wait for my message okay? Love you guys

And now, i'm resign :)


@falenoo
NB: The photo will be upload soon

09 August 2011

Keluarga Baru

Gue sangat bersyukur karena bisa berkuliah di ITB. Masih inget banget jamannya les di GO, ngobrol sama anak-anak IPA 5 kalau gue ga akan mau kuliah negeri kalau ga masuk ITB. Banyak yang bilang impian gue terlalu muluk, karena semua juga tau kalo masuk ITB itu ga mudah. Tapi saat itu ada teman-teman dan keluarga gue yang selalu mendukung sampe akhirnya alhamdulillah bener-bener masuk ITB. Alhamdulillah.

Setelah masuk ITB, ketakutan gue yang paling besar adalah menjadi sosok anak yang Study Oriented, culun, berkaca mata, dan ga gaul sama sekali. Kalo kata anak-anak itu "gak gue banget" tapi tetep aja, takut. Kata beberapa teman yang angkatan 2008 alias masuk duluan ke ITB, beberapa teman mereka menjadi study oriented, karena ITB itu keras. Nahloh, makin takut. Gue yang emang pada dasarnya ga mau susah, waktu milih SMA aja, padahal nem gue lumayan, masih cukuplah untuk masuk SMA bagus, tapi gue malah nyari SMA yang santai dan bisa main. Tapi ternyata gue salah milih 71, strik juga ini sekolah satu hehe.

Akhirnya setelah masuk di ITB, gue punya prinsip, gue harus punya banyak temen non-SBM supaya ga cupu, gue harus bisa nyeimbangin kuliah dan main. Dan karena prinsip gue ini, gue memilik 4 keluarga sekarang.
  1. Keluarga PROKM 73
  2. Keluarga Pre and Event ITB Fair 2010
  3. Keluarga Mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB
Dan yang terbaru, masih gress masih anget-anget tai ayam yaitu:
"Keluarga Opening Closing PROKM 2011"
Awalnya ngerasa salah banget masuk Opclos. Suer dari lubuk hati paling dalam hehee, sempet ngerasa apa banget deh ini isinya anak Sipil sama Plano semua, gue sama Sania kayak 2 anak SBM nyasar. Tapi makin lama makin lama makin betah hehehe.

Gue inget banget Adam pernah nanya, Opclos kerjanya ngapain aja? Gue dengan polos jawab main. Waktu itu si Adam nanya sekitar akhir juni kalau ga salah, emang yang gue rasain baru main aja. Awal-awal kumpul opclos, 2009nya ditraktir sama si Pak Kadiv, Natio, nonton Ladda Land dan makan popcorn hehehee. Padahal baru kenal beberapa hari tapi kayak udah akrab gitu sama 2009nya. Terus ga lama kemudian bersama anak 2010, kita ke Kebun Binatang dan Musium Geologi, ini cukup random untuk ukuran jalan-jalan anak jaman sekarang, ya ga sih?

Gak lama dari itu, kumpul Opclos mulai diperketat. Setiap hari kumpul di TVST (gue menyebutnya "neveeste") dari pagi sampe sore kadang malem kadang tengah malem. Tapi ya gitu, banyakan ketawanya. Dan bener kata si Agas, makin deket ke Hari H makin banyak aja fasilitas bermain di TVST. Contohnya, ada laptop beserta stiknya buat main entah PES entah CTR, dua deck kartu buat main capsa, tepokan, atau babi, satu deck kartu UNO, UNO stacko, sampe ngebajak sepeda kampus. TVST disulap jadi arena bermain lah ya pokoknya.

Sekarang setelah selesai PROKM, gue mulai rindu neveeste. Rinduuuu banget. Biasanya yah kalau ngumpul di TVST, baru aja mau narok pantat ada duo kembar group si bowo sama ebe yang nanya "Bawa makanan ga kak??" terus si Faza yang tiap hari kerjanya BBM minta maap, si nina yang mukanya kayak mau nangis tiap hari, si eja yang suka bikin panik, dan lain-lain. Sekarang tuh rasanya sepi banget, ga pernah ada jarkom lagi. Setiap pagi buka inbox, kali aja ada jarkom dari si Epot sama Eja yang isinya nyuruh kumpul di TVST jam 9.

Pokoknya yah, opclos itu udah jadi keluarga buat gue. Dan sekali keuarga, akan menjadi keluarga untuk selamanya. Ga ada tuh yang namanya mantan keluarga.

SUGEMA, SUPER MANEH lah pokoknya :*



27 March 2011

Pelajaran Hidup

Olla :)
Semakin kesini, semakin lama saya bergelut di dunia kemahasiswaan, semakin banyak pelajaran hidup yang saya ambil. Semuanya terkuak, mana yang sudah dewasa, mana yang masih membawa kenangan masa SMA dan cara begaulnya dan tetap tidak bisa 'move on' dan 'stuck' disitu saja, mana yang sudah memahami seutuhnya umur berapa kita sekarang dan beban status mahasiswa yang dipikul, semua jelas sekali terlihat. Pelajaran hidup yang saya dapatkan minggu ini adalah:

"DON'T JUDGE A BOOK BY ITS COVER"

Sebenarnya ini bukan hal baru, pepatah ini juga sudah saya dengar sejak eeemmmmmmmm, mungkin SD. Tetapi dulu saya tidak memaknainya seperti sekarang.

Sejujurnya, tempat dimana saya berkuliah ini benar-benar kampus yang menyajikan banyak kejadian dan berbagai macam karakter manusia yang membuat kampus bukan hanya menjadi tempat untuk pembelajaran formal, namun juga informal. Bergaul menjadi hal penting untuk menunjang pendidikan informal ini. Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk merasakan itu semua.

Di jurusan saya sendiri pun ada beragam orang dengan beragam sifat. Banyak pembelajaran yang bisa di dapat. Di SBM, terdapat banyak mata kuliah yang menuntut setiap mahasiswanya untuk memahami orang lain (mayoritas tugas di SBM dikerjakan secara berkelompok). Sehingga tidak heran, baru beberapa bulan berkuliah, biasanya anak SBM sudah mengenal dengan baik semua anak di angkatannya. Mahasiswa SBM juga berhimpun dibawah naungan KMSBM, disini kami dituntut untuk bisa bekerja sama dan memahami pihak lain di luar KMSBM.

Dengan bekerja sama, kita jadi dapat mengetahui sifat dan sikap seseorang. Seperti contohnya, saya sempat memberikan impresi buruk terhadap seseorang di jurusan saya (no offense), karena pada saat itu saya tidak mengenal dia. Saya berpikiran, ah orang ini masti males deh, terus belagu, pilih-pilih temen, bla bla bla, pokoknya semuanya negatif dimata saya. Seiring waktu berjalan, saya mendapatkan kesempatan untuk mengenal orang ini lebih jauh. Saya terlibat dalam sebuah team yang menuntut kerja sama. Semakin lama saya semakin menghapus presepsi buruk saya terhadap dia. Ternyata dia baik, sangat amat baik. Jadi malu pernah negatif thinking hehehee.

Yang saya coba sampaikan tuh sebenarnya:
  1. Ada pepatah yang mengatakan "Tak kenal maka tak sayang" maka cobalah untuk mengenal seseorang sebelum bernegatif thinking.
  2. Coba pahami orang tersebut dan gali lebih dalam karakternya.
  3. Jika orang tersebut memang seburuk yang anda pikirkan, coba tanya alasan mengapa mereka berbuat seperti itu. Bisa saja itu bukan sifat aslinya, tetapi dilakukan karena suatu keadaan.
  4. Jika sifat buruk itu memang sifat aslinya, lebih baik menjauh agar tidak terkena masalah.
Jadi kesimpulannya, jangan menilai seseorang dari bentuk luarnya saja. Coba baca dan pahami orang itu, agar kita tidak salah menilainya. So, have a great night people.

Love,
Faleno