Showing posts with label Campus. Show all posts
Showing posts with label Campus. Show all posts

17 March 2014

Updating My Life in Seoul

Hello..
I am really sorry for not updating so much. I am still in the middle of adapting my self to Seoul life for once again. Because i have so much different things (from the first semester) to do.

So, this post will a little bit update you about my life now in Seoul.

1. I am Moving Out from the Deadly Dorm

Ini maaf agak berlebihan hahaha. Gak deadly sih cuma, yah... you know. Akhirnya setelah penderitaan selama 4 bulan, gak bisa tidur, gondok-gondokan gegara kamar kotor, floor meeting tengah malem, masak cuma bisa pake microwave, nyuci bayar, makanan babi melulu, dan lain sebagainya, gue dengan saran dari papa mama memutuskan untuk pindah. 

And now... i am free as a bird yeaaah! Living alone is not that bad. Since i am used to it (3 years living alone in Bandung yeaaa~). I have my own personal space and i can do anything. I have my own fridge, little kitchen, washing machine, and of course toilet. Now, if one of my friends or family come to Seoul, they can stay in my room, yeeeeey!! 

So, i am not updating this blog so much because i am very busy moving and filling my new room for the past 3 weeks. I'll do one separated post about my new room in the future. Please looking forward!

2. I Took 4 Classes this Semester

Yes i am. Semester kemaren gue ngambil 3 kelas dan sangat berasa emmmm.. gabut. Akhirnya semester ini ngambil 4 kelas, dan gue baru sadar sampe abis gue harus selalu ambil 4 kelas setiap semesternya (haaah). Emang belom terlalu berasa sibuknya sih, secara baru 2 minggu emang kuliahnya, tapi in the future, gue yakin bakalan sibuk banget kayak anak S2 pada umumnya. 

Semester kemaren gue kosong hari Kamis dan Jumat yang bikin gue gabut keterlaluan. Semester ini gue kosong di hari senin (nyamain jadwal Simply Kpop hahaha ngga deng, kebetulan aja) yang artinya gue tetep punya weekend yang lebih panjang. Jadi insyaallah bisa bertahan hidup lah semester ini. 

Selain itu dari 4 kelas, 2 kelas ga ada UTS dan UAS, terus hanya 2 kelas yang harus bikin Summary, jadi insyaallah semua lancar dan beasiswa bertambah ga kena potong hehe.

3. I am Volunteering

Not really volunteering sih, tapi gue menjadi bagian dari pengurus Universitas Terbuka Korea Selatan dan sedang mencoba untuk bener-bener kontribusi. Selama ini gue merasa gabut dan suka ignorance terhadap email yang masuk dan kerjaan-kerjaannya, sekarang gue mau belajar bertanggung jawab.

4. I am Trying to be Close with Other Indonesian

Lagi getol ikutan acara-acaranya Perpika, kata salah satu temen di Perpika, kalau bisa jalin relasi sebanyak mungkin. Paling ngga bikin orang-orang disini tau kalo kita itu ada, soalnya kalo ada apa-apa pasti orang pertama yang kita cari ya orang dari negara kita sendiri. Iya gak?

5. I am Trying to Enjoying Everything Here

Dengan kata lain gue lagi hobi main. Sama temen kuliah lah, sama Debby lah, sama Felis lah, sama siapapun. Gue mau berusaha nikmatin Seoul, Seoul bukan hanya tempat gue tidur setelah capek kuliah dan nugas tapi mau bikin Seoul juga jadi tempat gue healing dan ngecharge energi. 



Kira-kira ini hal-hal yang sedang terjadi dan sedang gue lakukan akhir-akhir ini. 3 minggu setelah kembali lagi ke negeri perantauan yang kadang dicinta kadang dibenci hehe. Semoga kedepan gue bisa sering update di blog yah. 

Oh anyway gue sempet bilang ga mau post masalah KPOP lagi disini, but....
Since i am living in Korea, KPOP selalu bersinggungan dengan hidup gue disini. Mau ga mau. Suka ga suka. Jadi mohon maaf gue akan mengaktifkan kembali ngepost tentang KPOP di blog ini hehehe.

That's all about my life in the past 3 weeks. I hope everyone doing fine where ever you are right now. Sooooo.........
See you in the next post



15 December 2013

Applying for Master Degree in South Korea

Hallo, annyeonghaseyo~

Pertama mau ngaku dosa dulu, ini harusnya belajar buat final exam tapi malah kabur ke blogger. Serius deh ini gak mood sekali untuk belajar. Huff~

Anyhow, belakangan ini makin banyak yang nanya tentang kuliah di Korea dan segala prikitilannya. Jadi gue memutuskan lebih baik share di blog, lebih banyak orang yang bisa baca. Berbagi ilmu itu pahala loh teman-teman.

Cara pilih universitasnya gimana?
Langkah pertama ini, cukup banyak ditanyain sama orang-orang. Ini gak terbatas cuma di Korea Selatan aja ya teman-teman, menurut gue ini applicable di semua negara. Dan ini cara Falen hehe.

Jujur aja, sebelom memutuskan untuk kuliah di luar negeri, universitas di luar Indonesia yang gue tau cuma sebatas Harvard, Oxford, Stamford, Groningen, NUS (National university of Singapore), NTU (Nanyang Technical University), MIT (Massachusetts Institute of Technology), Todai (Tokyo Daigaku alias Tokyo University), Yonsei University, sama SNU (Seoul National University). Sisanya, gak pernah denger. Sama sekali. No idea. Blank. 

Jadi langkah pertama, cari universitas yang menawarkan jurusan yang kamu mau di negara yang kamu tuju. Setelah itu bikin kriteria universitas yang kamu mau. Jurusan, lokasi, peringkat, gengsi, negeri atau swasta, dan lain-lain. Contohnya, gue dari awal apapun yang terjadi pengennya di Korea (walaupun ujungnya pas udah desperado sempet nyari di Singapore sama Australia juga). Dan gue mau jurusan social studies, bahasa pengantarnya inggris, kota di Seoul. Setelah bikin kriteria kayak gini, selanjutnya gue mulai googling.

Apa yang di googling? Pertama gue googling university rank in South Korea. Dari situ gue sortir mana-mana aja yang ada di Seoul, lalu buka websitenya dan mulai pelajari universitasnya. Kalau ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk email universitasnya. Pasti dibales kok, jangan takut.

Khusus untuk di Korea, menurut gue yang paling penting ditanyain saat kirim email ke universitasnya adalah:
  1. Bahasa pengantar. Ini penting banget guys, khususnya buat kamu yang ga bisa bahasa korea, atau bisa sekedar bisa karena belajar sendiri. Karena bahasa korea yang dipake di pendidikan tuh beda banget nget nget sama bahasa korea sehari-hari dan bahasa koreanya drama.
  2. TOPIK. Buat yang belum tau TOPIK ini apa, TOPIK adalah Test Of Proficiency In Korean. Jadi ini TOEFLnya bahasa Korea, bisa dibilang demikian. Nah kenapa ini penting untuk ditanya, karena ada universitas atau jurusan tertentu yang harus melampirkan hasil TOPIK saat pendaftaran, ada yang sebelum lulus, dan ada juga yang ga perlu menyerahkan TOPIK sama sekali semacam gue.
  3. Silabus atau garis besar apa yang akan diajarkan.
Nah setelah memilih universitas yang dituju, mari kita ke langkah selanjutnya.

Berkas-berkas dan Pengiriman
Ini sangat tricky dan butuh ketelitian khusus. Kalau kamu udah pilih universitasnya, sekarang liat di website tentang apa-apa aja yang harus dikirim. 

Saran dari gue pribadi, bikin daftar check list tentang apa aja yang harus kamu kirim biar gak ada yang kurang. Dari pada harus ngirim ulang? Repot cyin. 

Biasanya yang diminta itu sekitaran Photocopy legalisir ijasah terakhir, transcript, 2 surat rekomendasi dari dosen atau atasan kerja, foto, essay, CV, TOEFL/TOEIC atau English proficiency lainnya dan lain-lain. Untuk English proficiency, dalam kasus gue daftar di Sogang university sama Yonsei University mereka ga punya batas minimum untuk penerimaan, tapi mereka ada batas minimum untuk beasiswa.

Saran gue tentang TOEFL dan teman-temannya ini, ambil tes minimal 5 bulan dari waktu pendaftaran, karena its takes so damn long time to get the result. Jangan sampe skip kayak gue dan akhirnya ngirim screen capture (jangan ditiru yah).

Selain itu ada juga biaya pendaftaran yang harus dikirim ke Korea. Temen gue ada yang kirim bersama berkasnya, jadi uangnya dalam dollar dimasukin ke amplop (tapi ini risky banget, jangan ditiru). Tapi menurut gue lebih baik setor tunai aja di Bank, tapi emang sih kena biaya. Biaya pendaftarannya sendiri biasanya KRW 80.000 atau $100.

Nah sekarang tentang pengiriman. Ada universitas yang minta dikirim secara online (lewat email atau portal kampus) dan ada juga yang minta dikirim hard copy lewat pos atau paket. Nah, untuk kasus Korea Selatan, kebanyakan minta dikirim lewat pos. Ini agak tricky, bener-bener harus hati-hati sama segala janji manis dari agen pengiriman yah teman-teman, kalau bisa kirim berkas jauh-jauh jauh jauuuuh hari sebelom deadline. Memeng beberapa perusahaan bilang ada yang besok sampe ada yang 3 hari sampe dan sebagainya, tapi gue bayar Rp 350.000,00 buat yang besok sampe nyatanya seminggu aja lah itu berkas baru sampe hiks. Jadi saran gue, kirim lah jauh-jauh hari, minimal 2 minggu sebelum. 

Inget, jangan sampe ada yang lupa dikirim. Beberapa universitas ada yang berbaik hati ngebolehin kita kirim sesuatu yang ketinggalan via email, tapi beberapa ada yang minta dikirimin pos lagi walaupun hanya ketinggalan foto. Jadi dari pada keluar Rp 350.000,00 lagi, mendingan dipastiin semua udah masuk kedalam amplop sebelum dikirim.

Waiting Time!!
Biasanya setelah berkas kamu sampe, pihak universitas akan memberitau lewat email dan meminta kamu untuk menunggu. Beberapa universitas bahkan bakalan ngasih tau kamu pada waktu berkas lagi di screening. 

Saat menunggu, banyak berdoa aja guys, ga ada jalan lain hahaha.

Pengumuman
EMAIL CEK EMAIL hahaha, pengumuman umumnya bakalan di email ke semua yang daftar baik kamu di terima atau ngga. Untuk kasus di Korea Selatan, beberapa universitas penerimaannya ada 2 lapis. Document screening dan interview. Jeng jeng jeeeeeeeng.

Interview
Gue cuma bisa bilang, interview ini berdasarkan amal ibadah. Sama sekali ga bisa ditebak si interviewer ini nanya apa. Jujur pas interview Sogang University, pertanyaan yang ditanyain ke gue dan temen gue 180 derajat berbeda.

Temen gue hanya ditanya seputar essaynya dan CVnya, sementara gue ditanya tentang International Relation sampe ke teori-teorinya. Sooooooooo, you'd better pray. Dan buat anak yang emang hokinya ga banyak macem gue, mendingan pelajarin jurusan yang kamu ambil dan make sure lo tau kenapa lo mau ngambil itu. Kalau kalian udah paham betul, the interview going to be super smooth.

Interviewnya via apa? Nah ini, gue ga tau mereka banyak duit apa gimana, tapi iya, lewat telpon saudara-saudara, panggilan international.

Pengumuman yang Sebenarnya
Setelah interview, 2 minggu kemudian akan keluar pengumuman final yuhuuuuuuu~


Proses daftar mendaftar sampe di terima ya sampe disini ini. Ini semua proses yang gue jalanin pas mau ngedaftar kuliah di Sogang University tanpa agen. Belum ada agen yang nanganin kuliah ke Korea, hiiih sedih. Karena percayalah, dengan agen, hidupmu jauh lebih mudah.

Sekian dari gue. Kalau ada yang kurang jelas atau mau tanya lebih jauh silakan komen di bawah ini atau hubungi gue secara pribadi. Gue akan sangat welcome, karena sekali lagi, berbagi ilmu adalah pahala.

Good luck you guys!!

See you :*


29 October 2013

Gonzaga Hall everybodeeeh!!

Its been 2 month, 2 month and 4 days to be exact..

Rasanya kurang afdol kalo belom laporan begimana sih bentuk tempat tinggal selama disini. Mungkin banyak yang belum tau kalau disini aku tinggal di dormitory, international dormitory of Sogang University yang bernama Gonzaga Hall.

This is Gonzaga Hall everyone, welcome :)

Gonzaga Hall ini terdiri dari 2 gedung, gedung A dan gedung B dimana dua gedung ini cuma nyambung di lantai 1 yaitu lobby sama di lantai B1. Lantai B1 nyambung karena dibawah sana tempat anak dari 2 building melakukan banyak aktivitas. Oh iya gedung A itu mulai dari lantai 4 sampai lantai 12 isinya mahasiswa wanita sedangkan gedung B dan lantai 1-3 gedung A dihuni oleh para mahasiswa lelaki. Kenapa lelaki ada di gedung A juga? Karena mereka kayak pere- eh ngga deng haha, karena gedung B jauh lebih kecil dari gedung A, jadi gak muat.

Nah lanjut sikit, di B1 alias Basement 1 itu seperti yang udah gue bilang adalah tempat dimana penghuni gedung A dan B melakukan aktivitas selain kuliah. Common room berisi sebuah TV (seukuran TV yg dikamar gue di Jakarta), 2 buah microwave, 1 panggangan roti, dan dua buah meja kapasitas 8 orang, Fitness room, Laundry room (dimana ruang nyuci cewek dan cowok dipisah karena dahulu kala cecewek pada jadi malu kalo mau nyuci daleman gegara keliatan cowok), ping pog table, dan yang paling penting cafetaria tempat breakfast dan dinner disajikan.

Cafetaria tersayang cafetaria tercinta

Kira-kira begini bentukan makanannya

Food schedule, ayo menghindari babi!!

Nah selain di basement, anak gedung A dan gedung B bisa ketemu ngobrol asik di lantain 1. Bisa duduk-duduk di lobby, ngambil duit di ATM, ngecek surat dan paket, beli makanan di GS25, atau bisa mainan komputer sambil ngeprint dan belajar di study room lantai 1 gedung B. 

Serunya lagi, anak yang gak tinggal di Gonzaga Hall cuma bisa masuk sampe lobby (dimana serunya -_-") karena untuk mengakses fasilitas dan mencapai lift, semua harus nempelin ID card yang juga berfungsi untuk kunci pintu kamar.

ID card yang diatas dan Kartu Mahasiswa yang dibawah

Tinggal di dorm ini juga berarti kita sharing responsibility, not only with our roommate, but also with all the resident of this building. Setiap 2 minggu sekali (kecuali pada masa ujian) bakalan diadain yang namaya floor meeting dan room checking. Intinya kita semua (iya semua penghuni) dikumpulin di cafetaria pada hari selasa jam 11 malam, iya just before midnight meeeeh. Ada 2 sesi, dimana sesi pertama pake bahasa Korea untuk semua penghuni berkebangsaan korea and after that there is English session for all the foreigner resident. Di floor meeting biasanya si resident assistant ngejelasin pengumuman-pengumuman atau ngasih peringatan ke penghuni yang melanggar peraturan. Meh.

Setelah floor meeting semua penghuni balik ke kamar masing-masing dan nunggu floor assistant untuk datang dari kamar ke kamar untuk ngecek kondisi dan kebersihan kamar kita. Oke ini terdengar SMA banget, tapi menurut gue pribadi ini penting sih. Soalnya gue pernah masuk ke kamar beberapa temen dan keadaannya meeeeeeeeh mengerikan, itu kandang atau kamar, ntahlah. Sementara kamar gue kondisinya selalu seperti pada foto dan video dan ini serius ga pake bohong. Mungkin gue anaknya terlihat sangat berantakan tapi serius deh kondisi kamar gue selalu rapih (YEAH).

Setiap kamar di Gonzaga Hall diisi dua orang dan random. Jadi kita baru tau siapa roommate kita ya saat kita pindah hehe. Alhamdulillah roommate gue cukup baik dan bisa diajak bekerja sama dengan baik hihi. My roommate is small and cute Vietnam girl. Dan lebih untungnya lagi anak ini juga doyan KPOP terutama doi Inspirit juga. Jadi tau lah ya gue sama anak ini kalo dikamar ngapain hahaha. 

Kamar gue kebetulan dapet yang punya 2 kasur secara terpisah tapi hadap-hadapan gitu jadi suka kadang pas bangun tidur kaget ngeliat muka roommate sendiri haha. Ternyata di Gonzaga Hall ini ada juga yang pake bunk bed, alhamdulillah eyke ga dapet bunk bed fiyuuuh~.

Karena rebek bin susah ngejelasin kamar, soooooooo...
Here are some pic and also the video about it!!

My side

This is what i got in front of my window heol!


This is also right in front of my window, the never ending stairs to law building


Desk


My desk before its getting messy hahaha

Aaaaaaaaaandddd, this is the video about it. Semoga membantu yah kalo ada yg ngawang dorm di sogang kayak apa bentukannya.




I am so sorry for the quality of the vids, cause originally the quality is really good but something happen i can't upload it to the blogger haish~ 

So, thats all from me today. See you around :)

Falenoo


19 September 2013

Try to Remember this Things if You want to Study Abroad

"Jadi kaum minoritas itu tentang bagaimana cara menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri, dan itu susah."

Selama tinggal di Indonesia selalu terbiasa jadi kaum mayoritas. Selalu terbiasa semua tersedia, jadi anak manja yang mau ini ada mau itu ada, gak perlu usaha. Contoh, ketika mau makan, yaudah tinggal beli aja apa yang dimau, di Indonesia kan mayoritas Islam, semua-semua halal, kalo jual yang gak halal pasti dituding ini itu. Padahal emang kenapa kalau mereka jual makanan gak halal? Ya gampang aja, orang muslim ga usah makan disitu. Habis perkara. Tapi sekali lagi, mayoritas. Muslim itu mayoritas di Indonesia, dan mayoritas selalu menang.

Disini, cari makan cenderung susah. Gak ada restoran yang bener-bener halal, terus saya harus apa? Harus marah? Ya gak bisa kan. Saya yang harus menyesuaikan diri, ini rumah orang, saya ga bisa melakukan semau saya. Tapi tetap, saya menghindari yang tidak halal, sebisa mungkin.

Sama dengan tradisi 'minum' disini. Saya gak bisa minum, terus saya harus apa? Melarang teman-teman untuk minum? Ya nggak lah, tinggal saya yang menempatkan diri, kalau memang ga bisa 'minum' ya gak usah 'minum', bawa aja air mineral dari asrama, atau ya beli Cola. Habis perkara.

"Dimana langit dijunjung, disitu bumi dipijak"

Setiap tempat, setiap daerah, setiap negara pastinya punya tradisi, kultur, dan budaya masing-masing. Hormati mereka. Ini rumah mereka, kita yang numpang. Di Korea Selatan, mereka sangat menjujung nilai kesopanan. Semua diukur berdasarkan umur dan senioritas. Ada paling tidak (yang saya tau) 3 tingkatan bahasa di Korea (tolong di koreksi kalau salah). Formal, bahasa formal digunakan pada orang yang lebih tua, lebih senior, atau orang yang baru ditemui. Semi-formal, digunakan pada orang yang lebih tua atau senior tapi sudah kenal dekat. Banmal (informal) digunakan pada yang seumuran atau lebih muda atau junior. 

Tradisi lainnya disini adalah melakukan segala sesuatunya dengan cepat dan tepat waktu. Jangan berjalan malas dan santai ala di Indonesia kalau gak mau ketabrak sama orang lain yang jalan kelewat cepet. Saat menggunakan transportasi umum, jika tidak ingin berjalan di eskalator, berdiri di sebelah kanan.

"You are not a tourist, act like a citizen will you?"

Kalau kita datang dan akan menetap dalam waktu yang lama, berlakulah seperti orang lokal. Jangan memposisikan diri sebagai turis dan mau diperlakukan special di setiap kesempatan. Pelajari bahasa mereka, budaya, adat, dan kebiasaan. Berlakulah seperti penduduk sekitar, ikuti kebiasaan mereka. Insyaallah hidup jadi lebih mudah dan kita juga jadi lebih mudah di terima oleh penduduk lokal.



Saya bukan menggurui, cuma mau memberikan pandangan dari sedikit pengalaman saya saja hihi. Semoga berguna dan bermanfaat untuk semua. Happy study abroad :D

@falenoo

11 September 2013

This is my first VLOG ever!

So, i am getting stress today because i have to drop a class and i only took 12 credits so now i only has 9 credits left and i am stress.

Forget the grammar and forget my uncontrolled face and also forgot my annoying voice and don't watch it if you don't want it hahaha.

So the contain of this VLOG is about the difference between universities in Indonesia or at least SBM ITB and in Korea or at least Sogang GSIS.

So, enjoooooooy :D

05 September 2013

Being Abroad, Culture Shock, and Realizing

Week 1
Hello there, greetings from Seoul.

Its true that this is my third time being in Seoul, but i have a different purpose now, not as a tourist, but as a student. I am studying International Relation in Graduate School of International Studies Sogang University. Come and say hello to me if you are coming to Seoul or even to my campus. I really exited to meet all of you if you come to Seoul, just let me know.

To be honest, this is my first time studying abroad. Yes, i am studying in the different city before, but its still near to my hometown so i can easily going back on the weekend, but now? The airplane ticket is so high (USD price is really incredible nowadays sigh..) and also i have to take 7 to 8 hours flight to be back home, so i guest, i won't go home that much. 

Why? Why Korea?
Such a simple question but yet everybody asking about this to me. In my point of view, choosing the country for studying is not just about how good the education in that country, but also about the country environment it self. 

Why not US? Why not in some country in UE? Why not going to Australia or Singapore? Its nearer to Indonesia right?

I made a list, i am comparing it and yes i choose Korea. In the simple way, i am not really comfortable with the western culture and i'm scared of it. Australia? Some of my friends studying there and they not recommend someone like me (like what?) to studying there, while Singapore? Singapore is to close to Indonesia and i am worry that i'll be come back home often. So yeah i choose Korea.

Korea has a really friendly atmosphere (yes because it still in Asia) and also people here is not giving a S*** about your business. The environment is really good, the living cost is not as high as Japan and quite the same with Jakarta actually, and yes i do love KPOP.  

Culture Shock
In the first and second time I've been here, i am not really paying to much attention with the people here. At the first time, i come here without knowing a thing. I am purely coming because i have a business here and my colleague at that time is mostly from outside Korea, the environment it self is really formal. In the second time, i come as the tourist who wondering around Seoul with my family, doing shopping, went to the museum and others. And this time, i came as a student, and i got a huge culture shock in my first day at class.

In Indonesia, SBM ITB to be exact, every student can't use a short pants. 3/4 pants is fine, but no short pants. Here, every female using HOT pants in class, not a SHORT pants. In the first class, i showed up with my jeans, t-shirt, and flats shoes and i am surprised that i am the most formal student at the class. Yes i understand that this is still summer (almost fall to be honest) but wow in Indonesia using short pants is not polite, so i am shock! Not only using hot pants, some of the students also using fit flop (sendal jepit) to attend the class, omg my head is spinning around. 

The other culture shock is about the individuality culture here. At first i was thinking that they didn't like me and everything cause we are fine at class but then after class they go by their self anywhere. After a while i got the point that that just their culture to do everything alone. They just going everywhere alone or by two (really good friends) or with their couple (iya pacar maksudnya pacar). In Indonesia, we used to go everywhere on a group aren't we? So this is surprising me a lot. For example, Loise and i just met a week ago in Hongdae because we are going to the same school (Sogang Uni) and we are from Indonesia so we have a common situation. I accompanied her to the real estate agent to find an appropriate flat for her because she didn't living at school dormitory. The agent asked us how long we've been friends because we are really close, we are laughing and told him that we just met 2 days ago and the agent was in shock. People in Korea is not getting close easily he said.

Another culture is taking stairs and walking in beyond human speed. Okay, make a note about this if you want to do a business with Korean people, they are really fast in everything. They are walking really fast and don't like to wait at all. Walking is something in common here, people walking to everywhere. From Sinchon station to my dorm for example, if i were in Jakarta, i will take an Ojek or even calling for my mom to take me from the station. In my walking speed, it will take about half an hour to reach dorm from Sinchon station, but when i am walking with my friends, its only take 10 minutes, FREAKING 10 MINUTES and i am out of breath. 

People also used to taking stairs here. There are two reasons for this, the first one is to save the electricity (?!) and the other one is because they don't want to wait for the elevator. The first time i arrived at GSIS building, i am waiting for the elevator, i was at the 4th floor and will going to 5th floor to the administration room. When i am taking elevator and going out on the 5th floor, everybody looked at me strangely, and now i know that people here will taking a stairs if they just go for one or two level. The other day, i was meeting one of my friends who taking a stairs from the first floor to the 6th floor. I am giving up!

Realizing 
What i am realize? I am realized about how hard and tough our education system is. In the first class, the lecturer explain about rules and the class schedule including the assignment, mid term, final term, and also the absent rules. Everything they explained is really similar with what i have done in Indonesia, for example we should make a class presentation, role games, we can't absent for more that 3 times and anything, but all the people was in shock and thinks that the rule is insane, what??

The other thing is about the require books, so the require books for master degree here is the book that i've been using it for my bachelor degree. I am shock.

So i think its enough for now. I will give more information about what to bring and what to do in the first week you arrive in Korea for studying next time. I don't know when, it can be tonight, tomorrow, the day after tomorrow, or even next week. Please feel free to contact me or leave a comment bellow if you want to know about how to registering for studying in Korea and all. Or you can email me to falenoo@gmail.com because people find it hard to get the information about studying in Korea, i will help you as long as i can.

Bye now.

@falenoo





12 September 2012

Mission impossible is possible and finally: DONE!!


Okay, i know that in the last post i'm telling you that i'll be back next month. But, God have a really wonderful plan for me hihihi..

Jadi gini, gue akan menceritakan balada TA/skripsi/thesis sampe akhirnya gue sidang dan alhamdulillah lulus hehehe. Postingan ini bakalan puanjang buanget, so siapkan diri kalian hehe. Katanya orang-orang lulus dari SBM itu mudah, siapa yang ngomong? siapaaa? sini gue timpuk pake TA gue. 

Sebenernya dunia perTAan ini udah dimulai dari Februari lalu, tapi emang dasar SKS di SBM kayak neraka, akhirnya makhluk bernama TA ini diabaikan sama anak-anak. Ya bisa dibayangin aja, kuliah 20 SKS ditambah TA yang bobotnya gak masuk di SKS ini. Setelah diabaikan, tiba-tiba muncul email dari admin S1 bahwa akhir Mei si TA ini harus udah selesai 50% kalau mau lulus Oktober. Oh well, TA gue masih berupa topik saat itu, iya TOPIK, dan belum dibicarakan lebih lanjut dengan dosen pembimbing. Ditambah lagi awal Mei gue harus pergi ke Thailand selama satu minggu untuk keperluan tugas UAS Cross Cultural and Conflict Management (CCCM) alias tugas satu hari main seminggu hehe. 

Pulang dari Thailand datang kabar gembira bahwa ternyata si kolokium dan 50% TA ini hoax belaka, fiyuuuuh. Akhirnya kita kembali ongkang ongkang kang king kong sampe akhirnya masuk ke semester pendek. Disemester pendek ini mata kuliah cuma 2, MCCS dan jeng jeng SKRIPSI. Mau gak mau akhirnya semua menyentuh si skripsi ini. Kuliah cuma ada 2 hari seminggu, hari kamis dan jumat, tapi semua orang hampir setiap hari mondar mandir ke kampus untuk bimbingan. Semua sibuk, semua bawa laptop, suasana SBM suram, perpustakaan rame, admin kebanjiran pertanyaan, nangis sana sini, pokoknya yang namanya semester 9 alias semester terakhir di SBM suasananya akan kayak gini, sumpah deh super ga asik.

Sejujurnya TA gue agak tersendat-sendat karena ini itu. Sesungguhnya bikin TA itu gak semengerikan yang kalian bayangkan kok, tapi niatan untuk bikin TA itu susyeeeee sekali dicari. Ditengah-tengah badai TA ini tiba-tiba datang email misterius yang bikin tangisan pecah sana sini, orang berbondong-bondong nodong admin dan dosen pembimbing. Masih inget banget, tanggal 13 Juli, tiba-tiba ada email yang bilang kalau tanggal 23 Juli semua draft TA udah harus masuk kalau mau lulus oktober. MEN MEN MEN!! Tapi sekali lagi saudara, ini hanya hoax belaka, fiyuuu~

Di awal Agustus, satu-satu temen gue mulai sidang, sedangkan gue? Men, kuesioner gue aja masih revisi, fiuuuuh~. Sejujurnya saat temen-temen gue sidang, gue stress berat. Ngerasa ketinggalan, down, mau udahan aja rasanya. Tapi ya gitu deh berbekal kepasrahan diri dan terus usaha ngerjain walaupun nangis melulu dan gak tidur, hidup kacau sekacau kacaunya hehe.

Minggu lalu, hari rabu, tiba-tiba gue down se down downnya, ga tidur, nangis seharian, kayak orang frustasi. Gue nelpon papa sama mama sampe akhirnya kamis pagi mama dateng ke Bandung. Alhamdulillah dengan mama dateng ke Bandung gue jadi tenangan, istilahnya gue ngecharge tenaga lah ya. Jadi hari kamis ini sesungguhnya gue mau ngasih draft ke dosen pembimbing, tapi gak tau kenapa malah panik terus drop. Jumat pagi akhirnya gue ke kampus, setelah ngumpulin segenap tenaga yang tersisa dan mental yang ada, hari itu gue bimbingan dan ngasih liat semua draft gue, dan dosen pembimbing gue masih nyuruh gue untuk revisi Bab V. Gue yang panik akhirnya bilang kalo gue akan revisi di kampus dan ketemu dia lagi sore, dia nge iyain, yaudah gue ngebut di perpus. Sorenya, gue ngintip ke ruang tempat si dua temen gue lagi bimbingan slide sidang, dosen gue ngerliat gue di balik pintu terus ngelambaiin tangan nyuruh masuk. Setelah tanya-tanya dikit, akhirnya surat izin sidang gue ditandatangani WHOAAAA!!! Rasanya, lemes hehehe..


Draft TA dihari minggu

Balada lainnya muncul di hari senin. Senin siang, jam 11 gue inget banget, gue cari dosen pembimbing gue untuk minta tanda tangan di validation page. Alhamdulillah langsung ketemu di depan admin, alhamdulillah. Abis di tanda tangan, gue langsung serahin semua berkas ke admin dengan harapan bisa sidang hari Rabu atau Kamis, tapi tiba-tiba..

"Kamu sidang besok pagi ya len, jam 10.40 barengan Ira sama Shogi"
Gue rasanya kayak disamber petir geledek guntur listrik semua deh ga jelas abis. Gue akhirnya panik dan memohon-mohon minta diundur, abisan gimana dong, gue belom bikin slide, belom bikin apapun! Tapi dengan kejamnya gue diancem ga dibikinin jadwal sidang untuk Oktober kalo gue ga mau sidang selasa, yaudah deh, pasrah. Jangankan untuk ngasih tau temen-temen, kasi tau mama papa aja panik ngedadak (jadi maaf ya teman-teman SMA dan non SBM lainnya yang lupa gue kasi tau sumpah panik).

Jadi aja tanggal 11 September kemaren gue sidang kikikikik. Alhamdulillah lulus dengan revisi format hehehe. Terima kasih untuk semua yang dateng, nonton, kasih semangat dan hadiah. Makasi i love you all. 


 Tepat seusai sidang

I'm gonna miss this building 

 My supporter yeaaaah!!


i love you guys, thank thank thank you :*

Papanya Riri, Pak Harimukti (Penguji), Pak Budi (Pembimbing), Riri, Falenoo, Bu Pingkan, Mamanya Riri, Pak Togar

 Terima kasih Pak Budi dan Pak Harimukti

Percayalah, supporter memberikan banyak tenaga dan kepercayaan diri saat presentasi dan tanya jawab. Sejujurnya saat presentasi gue kebanyakan liat muka sahabat-sahabat gue yang senyam-senyum dibelakang sana ketimbang ngeliat muka penguji hehehe.

Dan sekarang gue di kosan ketak ketik revisi dengan harapan besok revisinya diterima hihi. Terima kasih semuanya. Percaya deh sama gue Impossible is nothing if you believe that you can do it and keep trying. 

@Falenoo


17 July 2012

Hari terakhir kuliah auditorium SBM 2012

This is it, this is our last moment..

Jumat, 13 Juli 2012 kalo kata anak-anak gaul twitter Friday the 13th hehehe, hari dimana mahasiswa SBM ITB angkatan 2012 menjalani kuliah auditorium terakhir dari mata kuliah terakhir di semester terakhir. Kuliahnya biasa aja, hari itu kita dengerin setiap kelas presentasi, mungkin ini presentasi kelas terakhir juga. 

Hari itu kelas-kelas keliatan kompak. Kelas A dengan baju biru, kelas B denga baju hitam, kelas C dengan baju bebas, kelas D dengan baju putih, dan kelas E dengan baju kotak-kotak. Selesai presentasi, kita ada foto angkatan di auditorium, seangkatan, manjat kursi, ketawa sana ketawa sini, nyuruh-nyuruh anak 2013 untuk fotoin dan mereka keliatan bingung hahaha..

Selesai itu kita lanjut foto-foto lagi, biasa deh narsis gak kontrol. Foto-foto lagi panas-panasan di depan gedung SBM. Ada mobil mau lewat pura-pura ga liat, adzan manggil buat jumatan pura-pura ga dengar (LOH!!) hahahaa, biasa namanya juga anak-anak.









Sorry ya bro and sis fotonya dibikin gede. Soalnya ini last moment banget  sama ceciwi ini hihihi. Inget ya geng, pertemanan dan persaudaraan kita ga selesai sampe disini, abis sidang menuju wisuda kita masih pengen foto berjahim di lapcin kayak anak himpunan lain kan? Masih mau makan-makankan? Masih mau main the last moment of truth kan? hahahahaha.

Kalo kata om Project Pop sih begini
Kamu sangat berarti / Istimewa di hati / Selamanya rasa ini / Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing / Ingatlah hari ini /
Terus kalo kata om Sheila on 7
Sebuah kisah klasik untuk masa depan

Hihihi, enjoy our moment :)

Love love SBM 2012
@falenoo 

16 July 2012

Three years ago..


Video ini diambil oleh papa dari gerebang belakang ITB kearah saraga, tepat saat penutupan PROKM 2009 pada tanggal 16 Agustus 2009. Ini tiga tahun yang lalu, hari dimana saya dan seluruh massa 2009 diterima di kampus ganesha ini. Hari dimana kami memulai lembaran baru dalam hidup kami, dimana kami mengenal  apa arti kata MAHASISWA.

Gak terasa memang, 3 tahun sudah saya dan teman-teman jalani. Perkuliahan saya di SBM sudah berakhir, sudah selesai, tinggal satu UAS menunggu dan Tugas akhir untuk diselesaikan. Lalu apa? Saya harus meninggalkan kampus gajah ini dengan tatapan kosong, masih tidak tau akan apa dan harus kemana..

Jika hari dan waktu bisa diulang, saya ingin lebih maksimal dan masuk secara dalam ke kegiatan kemahasiswaan di kampus. Ini akan sangat saya rindukan, bermain dan nongkrong, bergosip dengan santai dibawah pohon, menginap di gedung CC barat atau TVST, pulang pagi buta dari kampus, dan banyak hal lainnya yang akan saya rindukan.

Saya jatuh cinta pada kampus ini, kampus yang berdiri megah di pusat keramaian Kota Bandung. Kampus yang membuat siapapun merasa nyaman..

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater..

(masih) mahasiswa ITB
@falenoo

15 July 2012

Stress dan Pasrah

Well, judul tulisan ini bener-bener ngegambarin perasaan saya saat ini. Stress! Falen ini orangnya gampang stress ya? To be honest, nope. Falen ini jarang banget stress orangnya, semua dibawa santai, soalnya ada temen saya yang selalu bilang, "Santai len, asal lo usaha maksimal pasti bisa," and yup, i believe him. 

Mungkin kalau membaca postingan-postingan saya sebelumnya, kalian tau saya sedang menunaikan tugas akhir alias skripsi, dan ini lah yang membuat saya stress. Hari jumat yang lalu, saya berada di jurang stress yang paling dalam. Sore-sore sambil nahan nangis nyebrang ngambil makanan ke kosan Aya sama Sarah, dan tentu aja ada Linda disana. Tapi akhirnya saya makan sendirian juga di kosan. Berkali-kali BBM papa, minta ditelpon, tapi ternyata papa lagi meeting di luar sampe malem.

Sampai tiba-tiba papa telpon jam 10 malam..

Ini bener-bener sesuatu yang jarang terjadi, saya nangis sejadi-jadinya sampe sesenggukan ke papa, sampe papa bingung dan panik nyuruh saya pulang ke Jakarta besokannya. Saya ceritain semua ke papa dan alhamdulillah papa mengerti. Sebelum telpon papa ini, sangkingan stressnya saya udah 3 hari makan ga bener dan ga tidur cukup. Mungkin hanya 2 jam per hari. Tidur jam 4 subuh, bangun jam 6 pagi. Gak jelas lah pokoknya.

Setelah ngobrol sama papa, saya jadi sedikit tenang dan mulai pasrah dengan keadaan. Alhamdulillah keluarga juga dukung 100% atas situasi terburuk yang bisa terjadi. Bisa saja saya gak lulus Oktober, bisa saja menyusul di April, sakit sih, tapi yasudahlah..

Sedikit pesan dan saran untuk yang stress ngerjain TA atau Skripsi di luar sana:
1. Komunikasikan semua sama keluarga, jangan disimpen sendiri, minta saran dan support dari keluarga.
2. Pasrah sama apapun hasilnya, tapi tetep usaha maksimal yaah
3. Jangan malu untuk nanya sama siapapun, baik temen, tutor, bahkan dosen
4. Lulus telat gak hina kok, yang penting hasilnya bagus dan memuaskan

Hehehe, mungkin sekian aja postinga hari ini, well ada satu quote dari temen saya:
Ready for the best but still prepare for the worst

Bye now,
@falenoo 

13 June 2012

The Last, i hope..

WELCOMING 9th SEMESTER!!!!!!
Ini (semoga) menjadi semester terakhir untuk saya, semoga, semoga, AMIN. Oke, ada apa dengan semester ini dan semester lalu?

Semester 8

Mata kuliah yang saya ambil ada Emotional Branding, Kebijakan Iklim, Cross Culture and Conflict Management, dan Venture Capital Business. Selai itu ada juga 3 mata kuliah wajib yaitu Religious Study, Environmental Management System, dan International Business Trade. Gimana hasilnya?? Alhamdulillah, ini mungkin IP terbaik selama kuliah di SBM ITB dan alhamdulillah menaikan IPK walau hanya 0.03 hehehee.

Semester 9

Ini semester paling jeng jeng jeng menurut saya. Tingkat ketegangannya melampaui ketegangan mau masuk rumah hantu ambulance di Festival City Link. Ini penentuan. Mata kuliahnya cuma ada 2:
  1. SKRIPSI
  2. Manajemen Perubahan
Tegang gak? BANGET LAH!!

Saya cuma mau minta doanya dari teman-teman sekalian semoga TA saya yang lagi menggantung ini bisa berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan mendapatkan nilai yang baik. Mohon doanya ya teman-teman.

Anyway, selamat mengerjakan SNMPTN untuk adik tercinta dan banyak mantan siswa SMA yang belum menjadi mahasiswa diluar sana. I know you can do it, just do your best and let God do the rest.



22 February 2012

Academic oh academic

Hey hey, sudah lama deh gak ngomongin dunia perkuliahan hehe. Akhir-akhir ini gue emang cukup cuek sama yang namanya kuliah, masalahnya belakangan ini gue lebih sibuk and put to much effort ke hal-hal lain, ITB Fair ataupun ulang tahun-ulang tahun temen-temen deket yang dateng berentet. Oke, pasti udah kangen ya dengerin gue nagging masalah kuliah, gue sekarang udah lebih nerimo pekara kuliah, let it flow. Tapi ya boleh lah gue cerita

"Gimana IPK semester 7 len?"

Well, its a good question. IPK yah eeeem, yaaaaa, eeeem, turun. HAH! Gue padahal gak pengen nagging annoying masalah ini, tapi tetep aja kesel. Nilai gue semester 7 sebenernya bagus-bagus, dari 20 SKS, 17 diantaranya menyenangkan. Tapi 3SKS ini loh, mata kuliah pemusnah masal, sampe saat IP keluar ga ada satupun penghuni mata kuliah ini yang berkomentar di twitter. Jadi sebut saja si mata kuliah 3SKS ini gue dapet C. Jadi aja terjun bebas terbang melayang masuk ke jurang IPK gue. Yayaya, but still above the line, buuuuuut, gondok aja. Hehehe.

"Ambil mata kuliah apa aja semester 8?"

Buat calon-calon SBM yang belum tau, SBM itu pada tingkat tiga akan dibagi kepada beberapa major:
  1. Finance
  2. Marketing
  3. Operation
  4. Human Resource
  5. MIT
  6. E-Track
Syarat untuk mengambil salah satu itu jadi major adalah dengan memilih mata kuliah pilihan major tersebut minimal sebanyak 9SKS dimulai dari semester 7. Selain itu masih ada mata kuliah wajib, dan mata kuliah non-SBM yang harus diambil, serta mata kuliah pilihan minor.

Nah, gue yang pemalas dan suka mager ini mengambil Marketing sebagai major, karena memang disitulah passion gue dan Marketing itu gak boring hehe. Semester 7 yang lalu, gue sudah mengambil 6SKS Marketing (Shopper Behavior dan Brand Management), maka semester ini tinggal 3SKS lagi. Ini komposisi mata kuliah yang gue ambil semester 8 ini:
  • Environmental Management System (3SKS)
  • International Business Trade (3SKS)
  • Religious Study (2SKS)
  • Emotional Branding (3SKS)
  • Cross Cultural and Conflict Management (3SKS)
  • Venture Capital Business (3SKS)
  • Kebijakan Iklim (3SKS)
ps: yang di bold artinya kuliah wajib

Gimana-gimana? Rada berat ga? Sebenernya mereka semua asik, yeaaa kecuali beberapa yg wajib agak bo to the ring tapi mata kuliah pilihannya semuanya asik. Well, semester ini juga TA sudah dimulai saudaraaaaaa....

"Gimana TA?"

Whoaaaa, its hard to answer broooh. Actually i'm not in the mood for TA. Jadi yah gitu masih stuck dengan topik dan judul fiyuuuu~

Jadi jadi, doakan saja agar dunia akademik gue lancar tanpa harus nagging di blog yah hahaha. Siplaaaah...

Good Night,
@falenoo

11 February 2012

Selamat Datang Anggota Keluarga Kami

Sabtu, 11 Februari 2012
Pukul 05.00 subuh
Babakan Siliwangi
Bandung

"SELAMAT KEPADA SBM 2014 YANG TELAH DILANTIK MENJADI ANGGOTA KELUARGA MAHASISWA SEKOLAH BISNIS DAN MANAJEMEN (KMSBM)"

Saya, Raja Falency Arifah 19009064 mengucapkan selamat, dan turut berbahagia karena kini kita lengkap. Semua telah menjadi bagian dari keluarga ini.
Pesan saya:
Jadilah aktif
Kreatif
Solutif
Inisiatif
Produktif
dan
Parsitipatif
Berikan kontribusi terbaik kalian kepada keluarga ini, timbulkan semangat berhimpun kalian. Kita kini satu, kita KMSBM.

Jahim kami dijaga dengan baik ya, hingga nanti tiba waktunya kalian memiliki jahim dengan NIM kalian sendiri.
19011011
Jaga jahim saya, dan ingat pesan saya saat memberikan jahim.

Harapan saya, kalian tidak hanya aktif di KMSBM, tapi juga berkontribusi di ITB terpusat.
Carilah teman sebanyak mungkin.

Sekali lagi, selamat datang adik-adik SBM 2014 di KMSBM.
Kami menunggu kontribusimu.
Sekarang beban kami adalah beban kalian juga, beban kita semua.
Kebahagiaan kami adalah kebahagian kalian juga, kebahagiaan kita semua.

"Family means no one left behind"


08 February 2012

Thanks for the great experience dear ITB FAIR 2012

Annyong :)

This year is very important for me. This is my last year in ITB, my last education year. Gue ini tipe mahasiswa yang aktif banget (katanya). Panitia ini ikut, disuruh bantu acara anu mau, di himpunan aktif, sayang aja ga bisa aktif di unit karena satu dan lain hal. Sekarang, sudah tiba dipenghujung tahun akademik gue, 2012, sama seperti angkatan gue di SBM. Ya, gue SBM 2012.

Apa sih arti dari SBM 2012? Artinya semua mahasiswa yang masuk ke SBM pada tahun 2009 diharapkan dapat lulus pada Oktober 2012. Nama adalah doa. Artinya ini tahun terakhir gue dan teman-teman seangkatan untuk bisa mengabdikan diri pada Bumi Ganesha tercinta.

Sekali lagi, gue disebut-sebut sebagai anak SBM yang terbilang aktif pada kemahasiswaan terpusat (non-SBM) atau dibilang sering main ke tengah (secara SBM adanya dibelakang). Sebenernya apa alasan gue main ke tengah? Pertama, gue orangnya gampang boring sama rutinitas, jadi yah gitu deh cari suasana baru, warna baru. Kedua, gue orangnya suka kepo, jadi dari pada gue kepo ada apa di tengah terus ga bisa tidur, mending gue samperin ke tengah. Ketiga, pernah ada alumni ITB yang sudah menjadi teman dari ayah gue (entah angkatan berapa) bilang, kalau bisa kita cari 100 atau bahkan 1000 teman di ITB, karena kita tidak tau akan menjadi apa mereka kelak. Keempat, gue emang orangnya suka sama yang namanya ngurusin acara, ini udah bawaan orok mungkin, dari SMA udah ikut panitia ini itu. Dan terakhir, gue ga mau gue sia-siain waktu gue yang hanya 3 tahun ini hanya dengan menuntut ilmu tanpa mendapatkan ilmu sosial dan teman-teman baru.

Sekarang, gue udah sampai di ujung perjalanan gue dalam bidang kemahasiswaan dan harus mulai memikirkan akademik. Harus mulai study oriented. Mulai mencoba tutup kuping atas apa yang terjadi di tengah sana, boleh lah nguping dikit, tapi tidak ikut campur. Perjalanan ini pun ditutup dengan sebuah kenangan manis pada hari Minggu, 5 Februari lalu, ITB Fair 2012.

Tentang ITB Fair 2012
Gue udah tau banget, kepanitiaan ini akan menjadi yang terakhir (mungkin) dalam sejarah kemahasiswaan gue. Dipikiran gue sudah mulai ada kata Tugas Akhir yang membuat gue bisa dengan mudah membatalkan beberapa janji dan pertemuan karena harus mengurus Tugas Akhir. Malam itu, sebelum memutuskan untuk bergabung dengan ITB Fair, banyak sekali pertimbangan yang harus dibuat, sampai akhirnya gue memutuskan untuk bergabung.

Gue bergabung dengan Team Public Relation, dimana gue mengepalai sebuah sub-divisi bernama Public Company Relation. Just FYI, PR berada dibawah kesekjenan Marketing. Awalnya gue ngawang, apaan sih Public Company Relation? Sempet takut juga sampe mau mundur, tapi gue butuh pengalaman ini, gue sangat butuh. Disaat yang hampir sama, ada tawaran lain yang datang dari sebuah acara, namun posisi yang ditawarkan adalah posisi yang sudah gue tekuni semenjak SMA, saya pikir itu tidak ada tantangannya, ya ga? Disaat yang sama pula, datang sebuah tawaran untuk maju menjadi calon ketua dari sebuah acara, tapi gue pikir gue ga akan siap dan banyak hal yang harus gue kerjaan sehingga tawaran ini gue tolak.

Perjalanan di Public Company Relation juga ga mulus loh, banyak gejolaknya, tapi gue bersyukur punya rekan kerja super hebat. Thanks to my PCR kids.

Disti TL'10, yang pada akhirnya gue angkat menjadi PJS saat gue pergi berlibur dengan seenaknya padahal lagi hectic, maaf ya neng hehe. Disti yang bekerja keras mengurus gala dinner sampai jatuh sakit ketularan sama si Fabian dodol. Makasih banyak ya Disti.

Stephen FT'10, cowok yang konstan kehadirannya dari awal sampe closing. Kordinator LO yang ngebantu gue banget ngurusin stand-stand, ngurusin loading keluar masuk barang. Thanks Step, ga ada lo, gue ga tau banget harus gimana.

Geng Planologi'10 ceria, Nurul, Mira, Santi, Witgar, Tya, terima kasih sudah bertahan sampai akhir dan mau gue grecokin kalau kalian lagi ada acara himpunan. Terima kasih atas gosipan dan ketawa-tawanya.

Cewek-cewek jagoan, Ai dan Pramud FT'10, Terima kasih ya udah bantuin sampe akhiiiiiiirrrrrr banget hehehehee.

Billi FMIPA'11, Agung FTTM'11, Bella STEI'11, Rahma FTSL'11, terima kasih sudah bertahan sampai akhir. Kalian angkatan 2011, kalian yang akan pegang ITB Fair 2014 nanti, gunakan semua pengalaman kita sebagai pembelajaran, kalau ada apa-apa hubungin gue aja, gue akan share semua sama kalian.

Bimar FITB'11, maaf ya bimar, gue salah nulis nomer HP lo di jarkoman, jadi aja ga pernah dapet jarkom hehehe. Tapi akhirnya lo kembali kan hehe, thanks ya bimar.

Gene FTSL'11, ini anak harusnya di Gala Dinner, tapi akhirnya mau bantuin gue ngurus Press Conference sama stand. Thank ya Gene udah mau bantu-bantu :)

Mereka semua adalah anak public company relation yang bertahan sampai akhir. Terima kasih banyak atas bantuan kalian untuk ITB Fair. Semua pengalaman yang kita dapet, manis pahitnya, semoga bisa menjadi bahan pembelajaran serta cerita yang menarik bagi kita semua. Inget, ga ada noda ga ada belajar. Kesalahan itu wajar dalam mencari kebenaran.

Selain itu banyak juga pihak yang membantu gue di ITB Fair. Ruchita, Hima, Dani, Cita, Sarah, Hedy, Caca, Aka, Kiki, Sona, Krisna, Ari, Edwin, Mirza, Ipin, Anisa, Iie, Ewin, Meta, Seda, Uci, Kyukyu, Fara, Fabian, Reza, Bimo, Sulton, Moan semua semua semua...
Terima kasih sudah membantu gue dalam menyelesaikan semua tugas gue di ITB Fair, terima kasih sudah menjadi teman yang baik dan keluarga untuk mengeluh. Maaf kalo gue orangnya suka panik atau ribut ga jelas, suka lama kerjanya, suka ilang-ilangan, suka ngaret, suka reseh, suka out of topic, suka jebe, suka aneh, pokoknya gue mohon maaf. Semoga suatu saat nanti kita bisa kerja bareng lagi di kesempatan lain.

Tadi gue baca twitter, terus ada quotes:

"Teman adalah keluarga yang kita pilih"

Pernah juga denger dari Lilo and Stich:

"Family means no one left behind"

Gue berharap semua hubungan yang ada di kepanitiaan ini long last, forever. Kita bukan pernah berteman, tapi kita selalu teman. Teman adalah keluarga, dan keluarga berarti tidak saling meninggalkan.

Last,

Dear my PCR team, we will held a meeting next week, maybe on monday, and we will having fun together. Wait for my message okay? Love you guys

And now, i'm resign :)


@falenoo
NB: The photo will be upload soon

17 December 2011

Menjadi Mahasiswa Itu Adalah Pilihan

Menjadi mahasiswa itu pilihan individual, bukan pilihan orang tua.

Semua siswa SMA pasti selalu berpikir jika sudah menjadi mahasiswa, mereka akan bebas dan tidak lagi terkekang oleh jadwal ini itu, tugas PR, guru galak, dan pelajaran yang mereka tidak sukai. Well, setelah mereka lulus SMA dan masuk kuliah, ternyata anggapan itu salah. Kuliah menjadi mimpi buruk dan sesuatu yang dikeluhkan setiap hari.

Gak munafik, saya juga mengalami hari-hari dimana saya mengutuk keadaan dan kondisi saya sebagai mahasiswa, mengeluh capek banyak tugas, dan ga suka kuliah. Untuk mahasiswa rantau seperti saya, kuliah atau tidak, sudah murni menjadi pilihan sendiri. Disini tidak ada campur tangan pendapat orang tua, karena mereka tidak memantau langsung disini, semua berdasarkan kesadaran sendiri. Banyak mahasiswa rantau yang akhirnya tidak lanjut kuliah karena tidak disiplin diri dan merasa bebas karena tidak ada lagi yang mengatur dan mengarang. Ini masalah pilihan.

Menjadi mahasiswa berarti menjadi insan yang sudah harus bisa bertanggung jawab, terutama terhadap dirinya sendiri. Banyak kejadian yang akhir-akhir ini menjadi tamparan bagi saya terutama bagi status saya sebagai mahasiswa. Banyak hal yang membuat saya kembali merenungkan, sebenarnya apa yang saya lakukan disini, untuk apa saya kuliah, untuk siapa saya kuliah? atau pertanyaan seperti apa yang sudah saya lakukan untuk diri saya, orang tua, dan negara selama saya menyandang status mahasiswa. Jawabannya belum banyak. Tapi ya itu masalah pilihan kan?

Coba renungkan, pilihan kalian untuk menjadi mahasiswa sebenarnya apa? Apa penyebab kalian memilih menjadi mahasiswa? Untuk sekedar menyelesaikan pendidikan formal? Atau ada penyebab dan tujuan lain?

Apapun penyebabnya, coba pikirkan, hasil dari pilihan kalian sebagai mahasiswa itu memunculkan harapan apa saja dari orang tua kalian? Dari masyarakat? Dari teman kalian? Dan dari diri kalian sendiri.

Jangan pernah kehilangan semangat untuk menjadi mahasiswa, jangan pernah merasa bosan dan jenuh dengan pilihan itu. Mahasiswa adalah tempat kalian trial and error, dimana semua kesalahan masih bisa dimaafkan, dimana kita bisa mencoba segala hal tanpa ada yang men-judge. Menjadi mahasiswa adalah kesempatan untuk mendapatkan semua informasi, ini adalah yang terakhir, setelahnya kita hanya akan menghadapi fakta dan kejamnya hidup.

Menjadi mahasiswa adalah pilihan, nikmati, jalani, dan syukuri.


@falenoo

24 November 2011

Mahasiswa Tingkat Akhir yang Kepagian

The day is finally come,
Hari ini, pensosialisasian tugas akhir bagi mahasiswa SBM ITB angkatan 2012. Well, pas dibilang sosialisasi, gue santai aja. Sosialisasi must be penjabaran, pengenalan, bersifat informatif. Ternyata, setelah penjabaran things ini selesai Pak Pri mengeluarkan pernyataan yang mengundang decakan dan protes dari mahasiswa:

"Topik beserta dua nama calon dosen pembimbing Tugas Akhir should be submitted in Acsys at November 30, 2011"

Mata gue agak melebar sedikit pas denger ini, jantung berdetak agak kenceng, tiba-tiba udara panas pengap, keringetan, sesek napas. Puihh. Protes sana sini, auditorium jadi berisik sama anak-anak yang resah, termasuk gue sendiri.

Try to be honest, gue belom pernah sekalipun mikirin topik TA sebelum hari ini. Sama sekali ga ada bayangan. Bahkan setelah ngeliat contoh-contoh tesis pun tetep ga ada bayangan. Jadi galau, galau yang positif, galau tugas akhir, astaga..

Gara-gara sosialisasi tadi, saat di auditorium, gue sedikit banyak perhatiin kelakuan anak seangkatan gue. Saat sosialisasi seserius ini masih sempet ada yang makan, ngaduk-ngaduk yogurt kantin bawah yang beku dengan muka serius, sibuk sama laptopnya, kipas-kipas sambil protes nyari remot AC, ada yang ketawa, ada yang baca novel, dan lain-lain. Gue jadi mikir, gimana bentukan kita yang masih terlalu childish ini saat lulus dan memasuki dunia kerja nanti ya?

Gue introspeksi diri sedikit sore ini. Gue yang masih kemana-mana pake jeans sama kaos, masih beli baju gambar-gambar kayak bocah, masih ngambek kalo ditinggal emak pergi, masih pake crocs, masih suka sama Pororo, masih baca komik, masih beli tas yang lucu-lucu, masih beli es krim cone kemanapun gue pergi, masih nonton disney channel, masih suka jailin orang, masih suka gosip random, dan masih melakukan banyak hal childish lainnya, gue jadi mikir, apa kabar kalau gue udah lulus kuliah nanti. Well, itu tinggal sekitar 10 bulan dari sekarang. Ga ada setahun, apa gue bisa menjadi lebih mature dalam jangka waktu itu?

Kayak gimana ya jadinya, antara siap dan ga siap harus ninggalin masa pendidikan formal. Masih agak self denial untuk menjadi manusia dewasa yang independent. Masih pengen manja-manja sama mama papa. Tapi ya gimana? Dari segi umur, emang jatohnya gue lebih muda setahun dari waktu seharusnya gue lulus, tapi HEY 20 tahun itu seharusnya ngga bertingkah begini loh. 20 tahun harusnya udah ga beli game untuk nintendo ds loh..

It's all about time.

Cuma waktu aja yang bisa jawab, semoga gue bisa menjadi dewasa pada waktunya :)



Falenoo