29 October 2013

Gonzaga Hall everybodeeeh!!

Its been 2 month, 2 month and 4 days to be exact..

Rasanya kurang afdol kalo belom laporan begimana sih bentuk tempat tinggal selama disini. Mungkin banyak yang belum tau kalau disini aku tinggal di dormitory, international dormitory of Sogang University yang bernama Gonzaga Hall.

This is Gonzaga Hall everyone, welcome :)

Gonzaga Hall ini terdiri dari 2 gedung, gedung A dan gedung B dimana dua gedung ini cuma nyambung di lantai 1 yaitu lobby sama di lantai B1. Lantai B1 nyambung karena dibawah sana tempat anak dari 2 building melakukan banyak aktivitas. Oh iya gedung A itu mulai dari lantai 4 sampai lantai 12 isinya mahasiswa wanita sedangkan gedung B dan lantai 1-3 gedung A dihuni oleh para mahasiswa lelaki. Kenapa lelaki ada di gedung A juga? Karena mereka kayak pere- eh ngga deng haha, karena gedung B jauh lebih kecil dari gedung A, jadi gak muat.

Nah lanjut sikit, di B1 alias Basement 1 itu seperti yang udah gue bilang adalah tempat dimana penghuni gedung A dan B melakukan aktivitas selain kuliah. Common room berisi sebuah TV (seukuran TV yg dikamar gue di Jakarta), 2 buah microwave, 1 panggangan roti, dan dua buah meja kapasitas 8 orang, Fitness room, Laundry room (dimana ruang nyuci cewek dan cowok dipisah karena dahulu kala cecewek pada jadi malu kalo mau nyuci daleman gegara keliatan cowok), ping pog table, dan yang paling penting cafetaria tempat breakfast dan dinner disajikan.

Cafetaria tersayang cafetaria tercinta

Kira-kira begini bentukan makanannya

Food schedule, ayo menghindari babi!!

Nah selain di basement, anak gedung A dan gedung B bisa ketemu ngobrol asik di lantain 1. Bisa duduk-duduk di lobby, ngambil duit di ATM, ngecek surat dan paket, beli makanan di GS25, atau bisa mainan komputer sambil ngeprint dan belajar di study room lantai 1 gedung B. 

Serunya lagi, anak yang gak tinggal di Gonzaga Hall cuma bisa masuk sampe lobby (dimana serunya -_-") karena untuk mengakses fasilitas dan mencapai lift, semua harus nempelin ID card yang juga berfungsi untuk kunci pintu kamar.

ID card yang diatas dan Kartu Mahasiswa yang dibawah

Tinggal di dorm ini juga berarti kita sharing responsibility, not only with our roommate, but also with all the resident of this building. Setiap 2 minggu sekali (kecuali pada masa ujian) bakalan diadain yang namaya floor meeting dan room checking. Intinya kita semua (iya semua penghuni) dikumpulin di cafetaria pada hari selasa jam 11 malam, iya just before midnight meeeeh. Ada 2 sesi, dimana sesi pertama pake bahasa Korea untuk semua penghuni berkebangsaan korea and after that there is English session for all the foreigner resident. Di floor meeting biasanya si resident assistant ngejelasin pengumuman-pengumuman atau ngasih peringatan ke penghuni yang melanggar peraturan. Meh.

Setelah floor meeting semua penghuni balik ke kamar masing-masing dan nunggu floor assistant untuk datang dari kamar ke kamar untuk ngecek kondisi dan kebersihan kamar kita. Oke ini terdengar SMA banget, tapi menurut gue pribadi ini penting sih. Soalnya gue pernah masuk ke kamar beberapa temen dan keadaannya meeeeeeeeh mengerikan, itu kandang atau kamar, ntahlah. Sementara kamar gue kondisinya selalu seperti pada foto dan video dan ini serius ga pake bohong. Mungkin gue anaknya terlihat sangat berantakan tapi serius deh kondisi kamar gue selalu rapih (YEAH).

Setiap kamar di Gonzaga Hall diisi dua orang dan random. Jadi kita baru tau siapa roommate kita ya saat kita pindah hehe. Alhamdulillah roommate gue cukup baik dan bisa diajak bekerja sama dengan baik hihi. My roommate is small and cute Vietnam girl. Dan lebih untungnya lagi anak ini juga doyan KPOP terutama doi Inspirit juga. Jadi tau lah ya gue sama anak ini kalo dikamar ngapain hahaha. 

Kamar gue kebetulan dapet yang punya 2 kasur secara terpisah tapi hadap-hadapan gitu jadi suka kadang pas bangun tidur kaget ngeliat muka roommate sendiri haha. Ternyata di Gonzaga Hall ini ada juga yang pake bunk bed, alhamdulillah eyke ga dapet bunk bed fiyuuuh~.

Karena rebek bin susah ngejelasin kamar, soooooooo...
Here are some pic and also the video about it!!

My side

This is what i got in front of my window heol!


This is also right in front of my window, the never ending stairs to law building


Desk


My desk before its getting messy hahaha

Aaaaaaaaaandddd, this is the video about it. Semoga membantu yah kalo ada yg ngawang dorm di sogang kayak apa bentukannya.




I am so sorry for the quality of the vids, cause originally the quality is really good but something happen i can't upload it to the blogger haish~ 

So, thats all from me today. See you around :)

Falenoo


21 October 2013

Indonesian Food, finally~

Hello,
This is the post in the middle of mid-term storm, i take a break of studying for a moment cause my head gonna explode in no time!

I forgot when, but like a week ago, or two, or three, i can't remember clearly, Loise, Debby, Kak Keshia, and i were having dinner together in Indonesia restaurant because we miss Indonesian food (yeh baru 1,5 bulan aja udah lebay). Hehehehe. Pokoknya alkisah tiba-tiba kita pengen banget makanan Indonesia, dan kebetulan beberapa hari belakangan anak-anak Sogang GSIS lagi hip banget ngomongin ini tempat makan. Usut punya usut ternyata anak K&E baru aja ada party disana.

Akhirnya pergilah kita malam itu, dengan berbekal pengetahuan dari orang-orang kalau harganya agak mahal. Yaudahlah sabot aja abis itu puasa hehehee. 

Namanya....
Bali Bistro

Tempatnya agak ga keliahatan dari jalan besar, tapi restonya enak, suasananya cozy. Letaknya ada diantara Sinchon station dan grebang utama Sogang University. Kalau naik subway dari jauh, turun di Sinchon Station, keluar di exit 6, terus jalan kaki lurus langsung belok kiri. Nah jalan luruuuuuuus aja, belokan kiri kedua yang ada 7eleven dan tanjakan dikit belok, terus langsung belok kiri lagi yang turunan, nah tadaaaaa~ Bali Bistro ada di sebelah kanan anda (eh kanan apa kiri ya? Lupa).

Baru masuk pintu kita kebingungan celingak celinguk karena gak nampak ada yg punya atau pelayan, biasanya disini kalo masuk ke resto pasti langsung disambut. Tiba-tiba kedengeran suara, "berapa orang?" emang dasar norak, kita langsung nyengir karena disambut sama bahasa sendiri.



Tempat makan ini asik banget buat yang kangen sama tanah air, buat yang lidahnya udah mulai kaku pengen ngomong pake bahasa Indonesia atau bahkan bahasa Sunda. Waktu kita kesana ada 4 orang yg bekerja dan mereka semua pernah tinggal di Bandung, bahkan orang tuanya masih di Bandung. Pas ditanya berapa lama tinggal di Bandung, dia bilang 20 tahun. Yah beda dikit sama gue yang baru 22 tahun tinggal di Indonesia ya hahahaha..

Makanannya?

kwetiau goreng

super star malam itu, sate ayam!!

Alhamdulillah rasanya sangat mendekati apa yang ada di Indonesia. Kemarin itu gue pesen Kwetiau Goreng Ayam, Loise pesen Nasi Sapi Lada Hitam, Debby pesen Mie Goreng Ayam, Kak Keshia pesen Nasi Goreng, dan sebagai tambahan, kita pesen SATE AYAM! Hehehe, semua enak :)


17 October 2013

Kita ga akan pernah tau apa itu arti bersyukur sampai kita mendapatkan apa yang tidak kita harapkan dan tidak ada jalan lain selain Tuhan yang membantu kita mendapatkannya. Bersyukurlah selagi bisa.

07 October 2013

BERUBAAAAAHHHH!!

Hi, its been a month and 13 days (yes i am counting it) since i arrive here in Korea yehooo~

Semenjak 1 bulan dan 13 hari yang lalu, semenjak meninggalkan tanah air dan beradaptasi dengan kehidupan di Korea, gue merasakan banyak hal berubah dalam diri gue. This might be personal, but i think you can experience the same things if you move here from Indonesia. So check this out..

1. Walking Speed and Behavior
Di Indonesia, jujur aja, hal yang paling males dilakukan adalah jalan kaki. Sebut aja, dari dayang sumbi ke gerebang belakang ITB aja kadang males, dari gerebang belakang ITB ke McD simpang aja males, dari Kosan ke gerebang Dago Asri aja males...

Semenjak pindah dan beradaptasi disini, jalan kaki jadi hal biasa. Kadang gue suka mikir, "Wow jarak segini ini lebih jauh dari sekedar Kosan ke Kampus loh" tapi disini gue lakukan dengan sukarela. Mungkin ini juga faktor mau hemat, karena disini jarak jauh dekat itu sekitar 1050 KRW alias sekitar 10500 IDR, well aku tak rela!

Hal lain yang berubah adalah kecepatan berjalan gue. Waktu awal pindah, dari dorm ke Sinchon station biasa ditempuh sekitar 30 menit, sekarang 15 menit aja udah sampe dan gak pake ngis-ngosan yahuuuu~

2. Skin
Ini gak tau apa karena udara disini bersih, gak tau karena cuacanya atau gimana, tapi kulit gue disini jadi bersih banget. Alhamdulillah :)

3. Weight
Ini sensitive sih hahahaa, gak deng. Selow kayak di pulau. Walaupun tanpa timbangan, tapi gue yakin 100% paling nggak 3-5kg udah turun dr berat badan gue sebelom berangkat. Buktinya?? Setiap gue skype pasti orang-orang pada nanya kemana perginya pipi gue hahaha, jam tangan gue udah merosot ke lengan bukan lg di pergelangan tangan, dan yg paling frontal adalah celana-celana yg mulai sulit bertahan di pinggang haha.

4. Males Mandi dan Ganti Baju
Awalnya gue selalu mencak sama orang-orang disini. Mereka bisa loh pake baju yang sama untuk 2 sampai 3 hari berturut-turut, atau mandi 2 hari sekali atau bahkan cuma keramas aja. Awalnya gue mencak-mencak. Tapi sekarang................................... Sudah mulai terserang virus yang sama. Jadi suatu hal yang bodo amat kalau gue pake baju yang sama berkali-kali bahkan 2 hari berturut-turut. Frekuensi mandi? Mulai berkurang. Darinya 2 kali sehari, semenjak masuk Fall dan suhu udara ngedropnya suka gak tau diri, sekarang kalau lagi dingin mandi mah cukup 1 kali sehari atau bahkan 2 hari sekali hahahaha. Frekuensi keramas juga gitu, darinya waktu di Indonesia tiap hari keramas, sekarang bisa 2 hari sekali atau 3 hari sekali tergantung kebutuhan.

Mungkin sebenernya masih banyak lagi yang berubah, seperti jam tidur dan jam makan, tapi yasudahlahnya. Namanya juga makhluk hidup, kita butuh menyesuaikan diri dengan tempat dimana kita tinggal hihi.

Oke baiklah, sekian updatean dari Seoul.

I miss my family
I miss my friends
I miss my cats
I miss my room
I miss my house
I miss my city
I miss my country
I miss you all

Love Love Love
@falenoo

19 September 2013

Try to Remember this Things if You want to Study Abroad

"Jadi kaum minoritas itu tentang bagaimana cara menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri, dan itu susah."

Selama tinggal di Indonesia selalu terbiasa jadi kaum mayoritas. Selalu terbiasa semua tersedia, jadi anak manja yang mau ini ada mau itu ada, gak perlu usaha. Contoh, ketika mau makan, yaudah tinggal beli aja apa yang dimau, di Indonesia kan mayoritas Islam, semua-semua halal, kalo jual yang gak halal pasti dituding ini itu. Padahal emang kenapa kalau mereka jual makanan gak halal? Ya gampang aja, orang muslim ga usah makan disitu. Habis perkara. Tapi sekali lagi, mayoritas. Muslim itu mayoritas di Indonesia, dan mayoritas selalu menang.

Disini, cari makan cenderung susah. Gak ada restoran yang bener-bener halal, terus saya harus apa? Harus marah? Ya gak bisa kan. Saya yang harus menyesuaikan diri, ini rumah orang, saya ga bisa melakukan semau saya. Tapi tetap, saya menghindari yang tidak halal, sebisa mungkin.

Sama dengan tradisi 'minum' disini. Saya gak bisa minum, terus saya harus apa? Melarang teman-teman untuk minum? Ya nggak lah, tinggal saya yang menempatkan diri, kalau memang ga bisa 'minum' ya gak usah 'minum', bawa aja air mineral dari asrama, atau ya beli Cola. Habis perkara.

"Dimana langit dijunjung, disitu bumi dipijak"

Setiap tempat, setiap daerah, setiap negara pastinya punya tradisi, kultur, dan budaya masing-masing. Hormati mereka. Ini rumah mereka, kita yang numpang. Di Korea Selatan, mereka sangat menjujung nilai kesopanan. Semua diukur berdasarkan umur dan senioritas. Ada paling tidak (yang saya tau) 3 tingkatan bahasa di Korea (tolong di koreksi kalau salah). Formal, bahasa formal digunakan pada orang yang lebih tua, lebih senior, atau orang yang baru ditemui. Semi-formal, digunakan pada orang yang lebih tua atau senior tapi sudah kenal dekat. Banmal (informal) digunakan pada yang seumuran atau lebih muda atau junior. 

Tradisi lainnya disini adalah melakukan segala sesuatunya dengan cepat dan tepat waktu. Jangan berjalan malas dan santai ala di Indonesia kalau gak mau ketabrak sama orang lain yang jalan kelewat cepet. Saat menggunakan transportasi umum, jika tidak ingin berjalan di eskalator, berdiri di sebelah kanan.

"You are not a tourist, act like a citizen will you?"

Kalau kita datang dan akan menetap dalam waktu yang lama, berlakulah seperti orang lokal. Jangan memposisikan diri sebagai turis dan mau diperlakukan special di setiap kesempatan. Pelajari bahasa mereka, budaya, adat, dan kebiasaan. Berlakulah seperti penduduk sekitar, ikuti kebiasaan mereka. Insyaallah hidup jadi lebih mudah dan kita juga jadi lebih mudah di terima oleh penduduk lokal.



Saya bukan menggurui, cuma mau memberikan pandangan dari sedikit pengalaman saya saja hihi. Semoga berguna dan bermanfaat untuk semua. Happy study abroad :D

@falenoo

11 September 2013

This is my first VLOG ever!

So, i am getting stress today because i have to drop a class and i only took 12 credits so now i only has 9 credits left and i am stress.

Forget the grammar and forget my uncontrolled face and also forgot my annoying voice and don't watch it if you don't want it hahaha.

So the contain of this VLOG is about the difference between universities in Indonesia or at least SBM ITB and in Korea or at least Sogang GSIS.

So, enjoooooooy :D

08 September 2013

What to Bring to Seoul

Hey and Hello again guys hihi, this post will be in bilingual between English and Indonesia because i am tired to speaking in English and broken Korea all day long.

So, the topic for today is What to Bring to Seoul instead of doing my summary and essay for my class, i am writing this blog lol. Penjabaran apa-apa yang harus dibawa ke Seoul ini berdasarkan sudut pandang saya sebagai orang Indonesia dengan mata uang Rupiah dan dengan kultur melayu kental.

1. Bring your running shoes
No no, ini bukan karena disini ga ada running shoes, bukan juga karena harga running shoes disini mahal, tapi karena kultur yang ada disini. Kalau di Indonesia kita bisa bertahan berbulan-bulan jalan dengan sepatu teplek (flat shoes), saya rasa sepatu itu akan rusak setelah dipakai kira-kira 2 minggu disini. 

Disini semua dilakukan dengan berjalan kaki dan naik tangga. Akan jadi hal yang aneh dan semua orang pasti melirik kita heran kalau kita naik lift hanya untuk naik satu atau dua lantai dan atau jika kita naik bus atau subway hanya untuk satu pemberhentian. Jadi, sepatu akan lebih cepat rusak disini. Tapi jangan heran, cewek-cewek disini bisa memakai wedges atau bahkan heals untuk hiking. Kalau anda merasa kuat silakan, tapi jangan dipaksakan atau kaki akan sangat menderita.

2. Bring your favorite Shampoo, Conditioner, and Deodorant
Ini juga bukan karena barang-barang ini ga ada disini, itu semua ada kok. Dove, Pantine, Head and Shoulders dan teman-temannya tetep ada disini, tapi harganya............ 

Sebagai perbandingan ya, saya beli Shampoo Dove yg ukuran agak besar dengan harga 6000 Won atau hampir setara dengan 60.000 rupiah dan conditioner dengan harga 7800 Won atau setara dengan 78.000 rupiah, kalau ditotal saya sudah keluar uang 138.000 Rupiah hanya untuk shampoo dan conditioner sedangkan harga catiokan rambut disini hanya 22.000 won alias 220.000 Rupiah.

Sama halnya dengan deodorant, sudahlah susah dicari, harganya pun selangit. Jadi kalau bisa ngestok 3-4 buah aja dari Indonesia untuk berhemat.

3. Bring your own (sorry) tampon
Buat cewek-cewek, tampon ini penting banget untuk mengantisipasi tamu bulanan kan?? Disini memang ada tampon, tapi harganya sampe 10.000 won satu bungkusnya alias 100.000 Rupiah what the heck!! Ukuran tampon disini juga relative kecil kalau dibandingkan dengan yang dijual di Korea, soooo if you want the bigger size and the cheaper price, bring it by your own.

4. Its Okay to bring your own Smart Phone or Tablet from Indonesia
Selama ini yang kita tau kalau pindah ke Korea harus beli HP baru karena HP dari luar gak bisa dipake disini. Tapi tenang aja, sekarang di Korea beberapa provider sudah menyediakan prepaid card untuk foreigner dengan harga yang terjangkau. 

Contohnya, sekarang saya memakai provider Olleh dengan paket data seharga 11.000 won sebulan dengan kuota 500MB (harganya relative sama kayak di Jakarta ga sih?) dan saya tetap bisa menggunakan HP Samsung Galaxy Note II yang saya bawa dari Indonesia. Caranya?? Cukup bawa HP, uang, dan passport ke gerai Olleh terdekat, bilang sama mbaknya "prepaid card". Kalau mereka ga bisa bahasa inggris, biasanya dia akan telpon ke pusat dan minta kita berbicara di telpon. Syarat untuk bisa dapat membeli nomor HP ini adalah kita sudah 3 hari berada di Korea dan HP dalam keadaan unlock. Untuk pembelian pertama, harga simcard 9.900 won untuk samsung dan 5.000 won untuk iPhone, 30.000 won pulsa telpon dan sms untuk 6 bulan, dan saya menambah 11.000 won untuk paket data.

5. Bring 'Sambal' if you like it so much
Sebagian orang Indonesia paling gak bisa makan kalau ga ada sambel, iya kan? Nah coba untuk bawa sambel sachet sendiri dari tanah air. Selain rasanya yang beda, jika kita makan di restaurant fast food, biasanya kita hanya diberi saus tomat dan harus membayar sekitar 500 won untuk sebungkus sambal. 

6. Bawa banyak kunciran serta jepit rambut
Ini sangat amat direkomendasikan sekali oleh saya dan teman-teman, jangan sampe hilang yah kuciran dan jepitannya disini, harganya sangat amat mahal. Satu kunciran rambut bisa berharga sekitar 1000 won atau 10.000 Rupiah. No, i am not willing to buy it with such a high price, so i bring it from home.

Saya rasa ini yang saya ingat. Jika someday saya menyadari ada lagi yang harus dibawa, i might be made an additional post about this. Part 2, maybe? Hehehe. I have to do my essay now. So, Annyeong. Have a nice weekend everyone :)



Love from Seoul,
@falenoo

05 September 2013

Being Abroad, Culture Shock, and Realizing

Week 1
Hello there, greetings from Seoul.

Its true that this is my third time being in Seoul, but i have a different purpose now, not as a tourist, but as a student. I am studying International Relation in Graduate School of International Studies Sogang University. Come and say hello to me if you are coming to Seoul or even to my campus. I really exited to meet all of you if you come to Seoul, just let me know.

To be honest, this is my first time studying abroad. Yes, i am studying in the different city before, but its still near to my hometown so i can easily going back on the weekend, but now? The airplane ticket is so high (USD price is really incredible nowadays sigh..) and also i have to take 7 to 8 hours flight to be back home, so i guest, i won't go home that much. 

Why? Why Korea?
Such a simple question but yet everybody asking about this to me. In my point of view, choosing the country for studying is not just about how good the education in that country, but also about the country environment it self. 

Why not US? Why not in some country in UE? Why not going to Australia or Singapore? Its nearer to Indonesia right?

I made a list, i am comparing it and yes i choose Korea. In the simple way, i am not really comfortable with the western culture and i'm scared of it. Australia? Some of my friends studying there and they not recommend someone like me (like what?) to studying there, while Singapore? Singapore is to close to Indonesia and i am worry that i'll be come back home often. So yeah i choose Korea.

Korea has a really friendly atmosphere (yes because it still in Asia) and also people here is not giving a S*** about your business. The environment is really good, the living cost is not as high as Japan and quite the same with Jakarta actually, and yes i do love KPOP.  

Culture Shock
In the first and second time I've been here, i am not really paying to much attention with the people here. At the first time, i come here without knowing a thing. I am purely coming because i have a business here and my colleague at that time is mostly from outside Korea, the environment it self is really formal. In the second time, i come as the tourist who wondering around Seoul with my family, doing shopping, went to the museum and others. And this time, i came as a student, and i got a huge culture shock in my first day at class.

In Indonesia, SBM ITB to be exact, every student can't use a short pants. 3/4 pants is fine, but no short pants. Here, every female using HOT pants in class, not a SHORT pants. In the first class, i showed up with my jeans, t-shirt, and flats shoes and i am surprised that i am the most formal student at the class. Yes i understand that this is still summer (almost fall to be honest) but wow in Indonesia using short pants is not polite, so i am shock! Not only using hot pants, some of the students also using fit flop (sendal jepit) to attend the class, omg my head is spinning around. 

The other culture shock is about the individuality culture here. At first i was thinking that they didn't like me and everything cause we are fine at class but then after class they go by their self anywhere. After a while i got the point that that just their culture to do everything alone. They just going everywhere alone or by two (really good friends) or with their couple (iya pacar maksudnya pacar). In Indonesia, we used to go everywhere on a group aren't we? So this is surprising me a lot. For example, Loise and i just met a week ago in Hongdae because we are going to the same school (Sogang Uni) and we are from Indonesia so we have a common situation. I accompanied her to the real estate agent to find an appropriate flat for her because she didn't living at school dormitory. The agent asked us how long we've been friends because we are really close, we are laughing and told him that we just met 2 days ago and the agent was in shock. People in Korea is not getting close easily he said.

Another culture is taking stairs and walking in beyond human speed. Okay, make a note about this if you want to do a business with Korean people, they are really fast in everything. They are walking really fast and don't like to wait at all. Walking is something in common here, people walking to everywhere. From Sinchon station to my dorm for example, if i were in Jakarta, i will take an Ojek or even calling for my mom to take me from the station. In my walking speed, it will take about half an hour to reach dorm from Sinchon station, but when i am walking with my friends, its only take 10 minutes, FREAKING 10 MINUTES and i am out of breath. 

People also used to taking stairs here. There are two reasons for this, the first one is to save the electricity (?!) and the other one is because they don't want to wait for the elevator. The first time i arrived at GSIS building, i am waiting for the elevator, i was at the 4th floor and will going to 5th floor to the administration room. When i am taking elevator and going out on the 5th floor, everybody looked at me strangely, and now i know that people here will taking a stairs if they just go for one or two level. The other day, i was meeting one of my friends who taking a stairs from the first floor to the 6th floor. I am giving up!

Realizing 
What i am realize? I am realized about how hard and tough our education system is. In the first class, the lecturer explain about rules and the class schedule including the assignment, mid term, final term, and also the absent rules. Everything they explained is really similar with what i have done in Indonesia, for example we should make a class presentation, role games, we can't absent for more that 3 times and anything, but all the people was in shock and thinks that the rule is insane, what??

The other thing is about the require books, so the require books for master degree here is the book that i've been using it for my bachelor degree. I am shock.

So i think its enough for now. I will give more information about what to bring and what to do in the first week you arrive in Korea for studying next time. I don't know when, it can be tonight, tomorrow, the day after tomorrow, or even next week. Please feel free to contact me or leave a comment bellow if you want to know about how to registering for studying in Korea and all. Or you can email me to falenoo@gmail.com because people find it hard to get the information about studying in Korea, i will help you as long as i can.

Bye now.

@falenoo





28 June 2013

Being 22 Years Old Girl (Woman??)

안녕하세요!!
How are you guys? Good? I assume all of you are in a good condition, as good as me or even better. So, finally i am turning 22 this year huuuuuuuffff, last week actually at 22nd of June, yeah i'm turning 22, OH NO!!! I'M OLD NOW *sobs*.

Sejujurnya, semenjak usia saya melewati 17 tahun, ulang tahun sudah bukan lagi sesuatu yang ditunggu, malah mungkin mulai menjadi sesuatu yang dikhawatirkan. Mungkin orang suka bilang, age is just a number, but no, its more than just a number for me. Seiring dengan bertambahnya umur, bertambah juga kekhawatiran serta tanggung jawab saya sebagai seorang manusia. Sudah apa aja sih yang kita lakukan disepanjang umur kita, apa aja sih yang bisa kita lakukan sekarang, mau dibawa kemana sih sisa usia kita, hal-hal ini jadi hal yang saya pikirkan saat ulang tahun.

Pada usia 21, saya berhasil lulus dari jerat perkuliahan S1, berhasil membuat bangga papa mama karena saya buktikan walaupun sering dimarahin gara-gara kebanyakan kegiatan dan suka main sampe pagi, tapi bisa juga tuh lulus tepat waktu dan dengan hasil yang memuaskan. Tapi disisi lain, pada usia 21 ini pula saya menganggur luntang lantung setelah lulus S1 dengan kedok mencari S2, walaupun memang tidak sepenuhnya menganggur. Saya ikut les dan tes ini itu disepanjang awal tahun 2013 ini. Lalu sekarang apa yang mau dicari dan dicapai pada umur 22?

Dulu saya sempat berbincang-bincang tentang topik yang akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang biasa diperbincangkan oleh saya dan teman-teman, pernikahan. Saya sempat membuat statement yang bikin gonjang-ganjing teman-teman karena saya ingin menikah muda, menikah diumur 22 haha. Tapi sejujurnya waktu itu saya hanya bercanda teman-teman. Saya bilang demikian cuma karena abis lulus pengen ongkang-ongkang angkat kaki sambil nonton tv hahaha. Jadi, no saya ga mau menikah di umur 22. Saya mau bersenang-senang dulu, tapi yaaaa jodoh ga ada yang tau kan? Hehehe.

Sekarang kalau ditanya, umur 22 mau ngapain Len? Mungkin seperti ini jawaban saya..

Menjalani kuliah Master dengan baik.
Travelling.
Beribadah lebih rajin lagi.
Buat mama papa bangga.
Make a new friends.
Be Happy..

Gak muluk-muluk lah ya, because life is adventure #gaknyambung.

By the way, saya yang sudah berumur ini kemaren dikejutkan dengan masih berlangsungnya surprise-surprisean ala mahasiswa, thanks to my beloved girl hihi. Padahal saya sudah melarikan diri ke Lotte Shopping Avenue untuk ngeliat abang VIXX eh masih juga disamperin hihi jadi seneng. Gak cuma dikasih kejutan tapi juga dibeliin kado huhu, aku terharu manteman sini kucium.

Lunch with my girls 
Katherin, ME, Vira, Aya, Ayi

Thank you for the purple present, i'm in love with this wallet yahuuu~

 Cakes from Sushi Tei vs. Cakes from my friends (both are delicioso~)

Sejujurnya eyke malu di surprisein di depan uniqlo dan diliatin orang yang pada turun eskalator. But thankiest muaaaaah :*


So, the last 빅스 하고 친구들 고맙습니다!!!!

22 Years Old Girl,
@falenoo

18 June 2013

Prepare..

Currently i am working for something big. Now, i am preparing even more to make it happen. Wait for it fellas, i will tell you everything when all of the thing settle yuhuuuu~